Are You a Patient?
Oh, yes I am ![]()
I have been a patient for a week.
A week? Yes, i did!
But after that, i realized about one thing,
The best medicine is gratitude. I’m grateful that finally I’m here with family. I’m grateful for all supports and prayers from all friends. And I’m grateful that Allah gave me healthy after illness.
Alhamdulillah Ya Salam…
Bruk! Awwww!!!
Hei, judulnya sok histeris gitu ya?hehehe Itu cuma ngungkapin shock sama kejadian selama 4 hari berturut-turut di awal Mei ini. Mau tau shock karena apa?
Surat untuk Pacar Mantanku
Aku dan pacarmu pernah punya cerita. Tapi itu dulu.
Kita pernah tertawa bersama. Tapi itu dulu.
Kita pernah menangis bersama. Tapi itu dulu.
Cerita kita memang pernah ada.
Ada yang indah, ada yang pedih.
Semuanya biar dijadikan pelajaran.
Jika dia masih mengenangku, itu bukan mauku.
Jika dia masih mengungkit-ungkit aku, itu bukan salahku.
Jadi kau tak perlu repot maki-maki aku.
Lalu mengapa kau masih bersikeras memilikinya?
Dia bukan milikmu, bukan milikku.
Pasti dia milik Tuhan.
Ini hanya tentang siapa yang Tuhan beri amanah untuk dititipi dia bukan?
Aku ada, tapi bukan untuk dijadikan lawan.
Aku ada, lalu mengapa kita tak jadi teman?
Image from here
“Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Yup2, itu emang arti dari QS Ar-Rahman:13
Kenapa judul postingannya itu?
Read more…
Sebelum Umurku Genap Dua Puluh Dua
Sebelum umurku genap dua puluh dua
Aku ingin untuk tak berhenti bersyukur kepada Allah yang Esa
yang tak pernah henti memberi nikmat dan karunia
Sebelum umurku genap dua puluh dua
Aku ingin mengucap terima kasih untuk mereka yang memberi kasih dan cinta
tanpa mereka, aku tak benar-benar ada
Sebelum umurku genap dua puluh dua
Aku ingin merasa selalu muda
agar aku tak lelah untuk membuat indah dunia
Sebelum umurku genap dua puluh dua
Aku ingin merangkai lebih indah cerita
tentang aku dan mereka yang selalu ada
Sebelum umurku genap dua puluh dua
Aku ingin menggapai semua mimpi-mimpiku yang tertunda
dengan ikhtiar dan doa
dan sebelum umurku genap dua puluh dua
aku ingin menjadi aku yang lebih baik dari sebelumnya
tentu saja
dengan Asma-Nya
Bismillah…
di kota kelahiran, dua hari sebelum genap dua puluh dua
Image from here
Kosong

0
0
0
0
0
Dan aku isi dengan kata
Untuk meyakinkamu
Bahwa kosong ini tak
kosong
Bukan sembarang
kosong
Karena kosong ini tak
kosong
Bukan sembarang
kosong
Karena Kosong ini tak
kosong
Bukan sembarang omong
kosong
Image from here
Dialog Sepi

Aku sapa.
Kau sapa.
Aku tanya.
Kau jawab.
Aku tanya.
Kau diam.
Aku tanya.
Kau diam.
Aku tanya.
Kau diam.
Aku paham.
Kau tetap diam.
Aku ucap, “Selamat bermimpi”.
Kau entah dimana.
Aku sendiri.
Krik.
Krik.
Krik.
Image from here
Remembering it
Hari ini hujan tak besar memang, bukan badai malah. Hanya rintik-rintik. Basahi tanah. Mungkin hanya awal tapi entahlah. Aku takut badai akan datang.
Hari ini aku menangis, bukan menangis histeris memang. Hanya menangis. Basahi pipi. Mungkin hanya permulaan tapi entahlah. Aku takut hatiku ikut basah.
Jadi keinget ma puisi itu. Puisi itu saya buat sekitar 3 tahun yang lalu. Akhir tahun 2006. Udah lama banget ya…?^^ Sempet dipublish juga di blog lama.
Entah kenapa, tiba-tiba keinget ma puisi itu.
Hmm mungkin karena sekarang tanah basah karena hujan?
Atau karena suasana hati yang ikut basah?
Entahlah…
It’s Timenya Tohpati

Sebenernya udah agak basi bicarain album Tohpati yang satu ini. Album “Its Time” ini release di tahun 2008 lalu. Setelah sebelumnya Tohpati mengeluarkan 2 album yaitu Tohpati (1998) dan Serampang Samba (2002). Tuh, udah agak basi kan? Tapi apa basi juga buat didengerin? Read more…
Dari Hujan Sampai Ujian
Whuaaaaa udah lama gak update blog!!!!
Padahal dah banyak yang negor, maafkan maafkan…^^v
Sebenernya ‘dah pengen banget ngeposting. Banyak yang pengen diceritain. Tapi baru ngetik dikit, bingung mau lanjutin apa. Ujung-ujungnya malah numpuk di draft.
Bandung sekarang dingin banget ya?
Waktu Qori bikin posting ini, Bandung baru aja berhenti hujan. Dari pagi hujan gak berhenti-berhenti. Accu Weather di Firefox nunjukin suhu sekarang mostly cloudy 27 derajat celcius. Fyuh, lumayan udah agak adem dikit…tapi tetep aja sweater ungu kesayangan Qori dari pagi gak dilepas hihihihi. Tiris euy!
Kemaren baru selesai ujian. Eh ralat. Kemaren seharusnya adalah hari ujian terakhir tapi gak jadi. Sedih apa seneng ya?Bingung…
Kemarin, setelah berharap-harap cemas, keringat dingin, jantung berdegup kencang (gaya bener ya?kan mau ujian ceritanya, didramatisir dikit bolehlah hehehehe) eh taunya setelah setengah jam dalam penantian yang tak pasti, dosen yang ditunggu gak dateng-dateng. Pas ditelepon, eh dosennya masih di rumah. Katanya sakit. Jadi terpaksa ujian dibatalkan oleh Sang Dosen. Aya-aya wae! Ups, cepet sembuh aja ya Pak! Piss kita…Bapak senang karena cepet sembuh, saya juga (gara-gara ujian gak jadi?Wallahu A’lam) ^^v
P.S. Padahal saya berharap ada ujian loh Pak…udah begadang mpe jam setengah 2 pagi, belajar demi mata kuliah Bapak…hihihihihi…beuddhh gaya ahh… Tapi gak jadi juga gak apa-apa, gantinya saya semalem bobo tenang Pak, gak ada acara begadang mpe pagi lagi (cuma mpe jam setengah 12 aja hehehe). Apalagi Bandung semalem hujan, makin enak buat bobo hihihihi
Eh Koq jadi curhat ma Bapak????

